Jumat, 28 September 2012

Menghindarkan anak dari perbuatan tidak terpuji (Remaja dan Orang Tua silahkan baca)

Halo, ketemu lagi dengan saya di Something to Shar3 \^^/

Beberapa hari ini sedang marak tentang tawuran pelajar di sekitar Jakarta dan beberapa tempat di sekitarnya, nah melihat tentang ini saya ingin share bagaimana untuk membuat anak anda (Ataupun anda yang masih remaja) untuk menghindari kegiatan-kegiatan tersebut. Mari kita simak


Bagi Orang Tua

Kasih orang tua kepada anaknya

Peran orang tua itu sangat penting dalam pengembangan psikologis anak dalam mencari jati dirinya. Remaja, sebagai bagian dari hidup yang paling rapuh karena lebih mudah tergoda dalam kegiatan-kegiatan yang tidak terpuji tentunya memerlukan perhatian dari orang tua, berikut cara-cara orang tua dalam membina anaknya agar tidak terjerumus ke kegiatan-kegiatan tidak terpuji.

1. Selalu jaga kondisi anak/remaja

Kondisi di sini tidak hanya kesehatan, tapi menyangkut tentang teman-temannya di sekolah, apa yang dilakukan di sekolah, bagaimana perkembangan prestasinya, dll. Dan usahakan untuk mencari tahu hal-hal tersebut dengan cara yang tidak disadari anak. Karena anak dan remaja sekarang kebanyakan tidak suka pada orang tua yang suka menanyakan hal-hal pribadi tentang dirinya, karena itu bapak-ibu bisa menanyakan kondisi anak di saat-saat tertentu, seperti saat bercanda atau pembicaraan yang dibilang tidak terlalu serius.

2. Luangkan waktu untuk mereka

Salah satu penyebab kenapa anak bisa menjurus ke arah yang tidak diinginkan karena ketidak pedulian orang tua kepada anaknya, kemungkinan besar karena pengaruh pekerjaan. Iya, saya juga berpikir bahwa pekerjaan itu penting untuk menafkahi keluarga, tapi usahakan jangan membuat kita menjadi tidak pedulu kepada anak. Luangkanlah waktu untuk mereka, setidaknya pada hari Sabtu-Minggu, atau pada waktu luang anda.

3. Ajari agama

Kebanyakan dari mereka yang terjerumus ke kegiatan yang tidak diinginkan mempunyai kualitas ilmu agama yang rendah, karena itu perhatian orang tua untuk mengajarkan anak tentang agama sangatlah penting, karena di agama kita dilarang untuk melakukan hal-hal yang tidak terpuji. Nah, sedari dini orang tua harus memberi muatan agama yang membuat iman anak cukup untuk menghadapi dunia luar.

4. Jaga pergaulannya

Ini sepertinya seperti sebuah keharusan, karena pandangan anak terhadap sesuatu itu bergantung kepada lingkungan sekitarnya, jadi kita harus melihat si anak itu bergaul dengan orang-orang seperti apa. 

5. Sibukkan dia dengan aktifitas yang bermanfaat

Tanya kepada mereka apa yang mereka suka/hobi mereka dan kalau itu bermanfaat kenapa kita tidak ? misalnya anak suka bermain piano, kita masukkan ke kursus piano, kalau anak suka membaca, kita ajak ke perpustakaan. Dengan sibuknya kegiatan, mereka jadi tidak sempat memikirkan yang tidak-tidak. Tapi ingat, jangan membuat anak terlalu sibuk yang bisa membuat anak menjadi stress.

6. Sadarkan

Poin ini menurut saya sangat penting, karena serajin apapun orang tua melakukan hal-hal di atas bila anaknya tidak sadar akan kondisinya, hal  itu akan ditolak mentah-mentah dan malah si anak akan membenci orang tua karena melakukan sesuatu yang tidak disukainya. Waktu saya kecil saya sering diberitahu oleh orang tua saya "Kalau ada yang ngajak nyoba-nyoba, udah, tinggalkan aja mereka. Udah ga ada gunanya berteman sama mereka"  dan itu diulang-ulang walaupun saat itu saya sendiri masih belum mengerti maksudnya apa. Tapi efeknya kita mempunyai fondasi bahwa ini tidak boleh dan harus ditinggalkan untuk kepentingan sendiri maupun orang lain.

Bagi sekolah

Intermezo saja, ini adalah bayangan kebanyakan orang di sekolah
Menurut saya, sekolah juga penting untuk melakukan pencegahan agar murid-muridnya tidak mencemari nama sekolah, berikut cara untuk mencegah murid melakukan sesuatu yang tidak diinginkan :

1. Tingkatkan konseling di sekolah

Konseling sebenarnya bukan suatu tempat dimana orang-orang yang sudah terlanjur terjerumus masuk ke sana, tetapi salah satu media yang penting untuk berhubungan dengan suatu murid. Mungkin saja dia terlalu malu mengatakan masalah yang dialaminya ke orang tua, di saat seperti itu konseling merupakan hal yang penting. Konseling juga dapat membantu menyusun masa depan murid-murid di sekolah, apa yang akan mereka lakukan setalah lulus.



2. Jangan membuat sekolah membosankan

Anak muda sekarang sering  beranggapan bahwa "Ah... ngapain sekolah.. bosen banget, gurunya killer, pelajarannya susah, ngantuk, mending ga usah sekolah aja" pandangan seperti itulah mengapa murid sekolah sering mabal (Pulang sebelum waktunya) ataupun bolos. Alangkah baiknya bila cara mengajar sekolah dibuat se-senang mungkin tanpa mengurangi isi pendidikan di dalamnya. Sekarang bukan zamannya lagi guru menerangkan sampai mulut berbusa dan murid hanya duduk bosan dan terkantuk-kantuk. Guru yang baik adalah mencari cara bagaimana semua orang di dalam kelas ikut terlibat dalam suatu pelajaran. Seperti memberikan quiz-quiz menarik kepada murid, atau mungkin memberikan candaan di sela-sela pelajaran, dan tentunya tanpa mengurangi unsur pendidikan di dalamnya.

3. Kendalikan peraturan agar tegas tapi diterima oleh murid

Banyak sekolah memproteksi muridnya untuk tidak terjerumus ke hal-hal yang tidak diinginkan dengan membuat peraturan-peraturan super ketat yang membuat muridnya sendiri tidak merasa nyaman, inilah kenapa banyak murid melanggar peraturan sekolah, karena peraturan-peraturannya dikira tidak sreg dengan keinginan murid.
Seperti mungkin contoh dengan melarang membawa HP ke sekolah, hal ini sangat membantu untuk mencegah anak menyalah gunakan teknologi. TAPI, hal ini membuat seorang murid menjadi tidak bisa berkomunikasi dengan, mungkin orang tuanya yang  menjemputnya setiap hari. Hal ini perlu didiskusikan dan menemukan cara yang terbaik untuk membuat peraturan tersebut diterima murid. Seperti dengan menyediakan telepon umum ataupun telepon gratis di sekolah agar murid-murid dapat berkomunikasi pada saat yang diperlukan.
Di sekolah saya, ada peraturan yang sangat bagus yaitu "Semua murid sekolah yang terlihat di suatu tawuran, baik terlibat maupun tidak akan dikeluarkan dari sekolah" saya pikir peraturan ini sangat bagus, penyebabnya ? mencegah kita untuk melakukan ataupun mendekati sebuah tawuran untuk keselamatan kita sendiri.


Bagi Diri Sendiri (Yang merasa remaja baca ini)

Masa depan sukses bukanlah suatu halangan

Nah terakhir ini di khususkan untuk kalian yang masih remaja. Perubahan hanya bisa dilakukan dari diri sendiri, karena Tuhan tidak akan mengubah nasib suatu makhluk kecuali dia mengubahnya sendiri. Untuk kalian yang merasa remaja mari kita lihat poin-poin berikut, sebagai renungan.

1. Untuk apa kamu dilahirkan ???

Kamu diciptakan oleh Tuhan karena suatu tujuan, ingat pada penciptaanmu ? banyak ribuan saudara-saudara mu yang tidak bisa menjadi sebuah "manusia" karena mereka tidak bisa menembus dinding ovarium, jangan kecewakan saudara-saudara mu yang bisa dibilang rela berkorban untuk kelahiranmu menjadi seorang "manusia".

2. Apa yang akan aku lakukan kemudian ???

Hidup ini tidak cuma untuk hari ini, bagaimana dengan besok, lusa, tahun depan, 20, 30 tahun lagi ? apakah kamu sudah mempunyai rencana untuk melakukan apa di masa depanmu ? apakah kamu hanya bilang "Yah.. kita lihat gimana aja lah" ? biasanya orang yang beranggapan seperti itu pada akhirnya memang tidak menjadi apa-apa. Kemudian apa yang bisa kamu lakukan untuk mencapai tujuan mu ? apakah kegiatan-kegiatan seperti tawuran, memakai narokoba, dll. itu menjamin masa depanmu sukses ? tidak akan pernah.

3. Ingat bekal ketika meninggal

Sudah yakin hidupmu bisa bertahan sampe 30 tahun lagi ? terus, nanti di akhirat sudah ada bekal ? ingat lho, semua yang kamu lakukan di hidup ini dicatat oleh malaikat, kamu mau nanti ketika kamu meninggal catatanmu buruk semua ? Ayo, pikirkan lagi.

Terakhir, Ingat lho, definisi remaja adalah seseorang yang sudah membedakan antara yang baik dengan yang buruk. Jujur sekarang, apakah kamu sudah menjadi seorang remaja ? ataukah hanya seorang yang masih linglanglinglung yang mana yang benar yang mana yang salah. Coba pikirkan lagi, apakah kegiatan-kegiatan seperti tawuran, narkoba, merokok itu benar ??? ayo, coba dipikirkan lagi.


Akhir kata, saya minta maaf bila ada kesalahan kata ataupun kesalahan dalam pendapat saya, maklum saya sendiri baru menduduki jenjang SMA, jadi sebenarnya saya masih belum tahu apa paradigma orang tua maupun sekolah tentang kelakuan seperti ini. Tapi, saya yakin tidak ada orang tua yang anaknya melakukan hal-hal buruk bukan ?

Teriman kasih, sampai jumpa di post selanjutnya \^^/

Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar